96

1405 Words

"Sudah kau siapkan semua yang aku minta, Gal?" tanya Ebas, matanya menatap tajam ke arah asistennya yang berdiri tegap di ruang tamu mansion utama—rumah orang tuanya. Galih, asisten kepercayaannya, mengangguk patuh sebelum menyerahkan beberapa berkas ke tangan bosnya. "Sudah, Tuan. Semua keperluan Anda dan Nona telah kami persiapkan. Untuk di sana pun, semuanya sudah beres sesuai perintah Anda." Ebas menerima berkas itu tanpa terburu-buru. Ia kembali menyandarkan tubuhnya ke sofa kulit hitam di ruang tamu, satu kakinya terlipat di atas kaki yang lain dengan gaya santai. Matanya bergerak tajam menelusuri lembar demi lembar berkas yang ada di tangannya, senyum tipis mulai tersungging di sudut bibirnya. "Ini yang aku inginkan," gumamnya puas. "Terima kasih, Gal. Kau selalu tahu apa yang ku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD