ðĪ: Lord Huron In the maze of guilt and fear, sometimes a single good intention can look like a mistakeâuntil the truth speaks louder than fear. *** âEsa salah, ya Bang?â Suaranya melirih, ekspresinya menyiratkan kekhawatiran. Ditambah raut lelah yang jelas tampak karena semalaman tak tidur. âNgelihat reaksi Mas Andra, Esa jadi ngeri sendiri.â âNgeri kenapa?â tanya Bang Ian. Beliau baru saja tiba di selasar tamu pasien rawat inap. Kami belum beranjak dari posisi ini, duduk di sofa-sofa yang disediakan. Sesekali Nara mengintip ke dalam kamar, memeriksa kalau-kalau Ajengâyang ditemani Kalistaâterbangun. Namun sejauh ini, tidurnya masih dalam. âTiba-tiba aja kepikiran, jangan-jangan nanti Esa diselidiki dan dituduh punya peran bikin Grey OD,â sahut Esa. Bang Ian menepuk pelan bahu Esa.

