“Mas, tadi aku melihat mama dan papa di lobi dengan wajah yang penuh kesedihan,” ucap Fadia saat baru saja tiba. “Mereka menyapamu?” “Mereka nggak lihat aku.” Arsen mengangguk paham. “Mereka baru dari sini. Kamu pasti tahu alasan mereka seperti itu.” “Wajah mereka seperti itu setelah mengetahui kejahatannya terbongkar, aku benar?” balas Fadia. “Ya, kamu benar, Sayang.” “Aku juga nggak nyangka Mbak Danita akan menceritakan semuanya tanpa kecuali,” balas Fadia. “Ini sungguh kejutan bagi kita dan semua orang, bukan? Padahal kita berniat menceritakan semuanya nanti sore, tapi ternyata ada yang lebih dulu melakukannya tanpa kita repot-repot.” “Tapi ada satu masalah lagi, Mas.” “Tentu saja. Semua orang telanjur mengetahui kalau saya sudah punya istri, sedangkan saya juga saat ini diangg

