Bab 94 - Bicara Empat Mata #2

1590 Words

Saat ini Larisa dan Kiana sudah duduk di sebuah bangku panjang yang ada di taman, sedangkan Soraya duduk di kursi taman lainnya dengan jarak yang tidak terlalu dekat. Soraya sengaja membiarkan Larisa berbicara dengan Kiana, tentunya sambil ia tetap waspada. Jangan sampai Kiana macam-macam. “Larisa, sebenarnya apa hubunganmu dengan Arsen, putra bungsu saya?” “Bu Kiana yakin kita kebetulan bertemu di sini?” Larisa malah balik bertanya. “Kenapa aku merasa kalau Bu Kiana sengaja datang ke sini untuk bertemu denganku?” “Kenapa kamu menyimpulkan itu?” “Entahlah, aku merasanya begitu,” jawab Larisa. “Baiklah, saya sudahi basa-basinya. Sekarang saya jujur saja … memang benar saya datang ke sini sengaja untuk menemuimu. Alva bilang, kamu ada di sini, jadi saya buru-buru ke sini.” “Bu Kiana in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD