“Mas Alva punya ide apa?” “Mulai sekarang … janin di rahimmu itu anak Arsen.” “Aku juga maunya begitu, tapi nyatanya apa?” Revana balik bertanya. “Mulailah mengarang cerita dengan segala bukti yang kamu punya seperti foto vulgar kalian. Bilang pada Arsen kalau malam itu memang terjadi sesuatu di kamar Cozy yang kalian tempati. Ya, kalian benar-benar melakukannya. Toh visum tidak benar-benar dilakukan, bukan? Arsen tidak punya bukti kalau tidak terjadi sesuatu sedangkan kamu punya bukti foto.” “Masalahnya aku sudah mengakui kalau malam itu aku menjebak Mas Arsen,” sanggah Revana. “Biarkan saja. Kamu bisa berdalih terpaksa bilang menjebak atau pura-pura berbohong agar tidak harus melakukan visum. Mudah, bukan?” Revana tersenyum saat mengingat ide yang Alva lontarkan beberapa waktu lalu

