Fadia langsung mendongak saat Arsen sudah berdiri. “Mas Arsen tahu bahkan sebelum melihatnya? Apa sebelumnya ada yang bilang mau datang ke sini?” tanya Fadia kemudian. “Ya,” jawab Arsen. “Memangnya siapa, Mas?” “Padahal saya sudah melarang. Kamu tahu sendiri, kan, kalau saya tidak nyaman kalau ada yang datang ke tempat penuh privasi ini? Sekalipun yang datang orangtua saya sendiri.” “Mama Kiana, ya?” “Ya, mama yang datang,” balas Arsen. “Kemarin mama datang ke sini bersama papa tanpa bilang-bilang dulu, yang membuat saya terpaksa membiarkan mereka masuk terlebih ingin tahu apa yang mereka bicarakan. Dan pagi ini mama datang lagi, kali ini sendiri. Haruskah saya membuka pintu untuk mama?” “Saya sengaja memastikan dulu, takutnya kamu tidak nyaman karena lewat telepon tadi … mama bilang

