Seperti dendam, rindu itu harus dibayar tuntas. Bahkan, jika bermaksud menebus rasa rindu setelah terpisah karena jarak dan drama hilang ingatan, rasanya satu hari itu belum cukup untuk membayar tuntas segalanya. Ya, sejak Fadia mendatangi Arsen lalu percintaan panas pun terjadi hingga beberapa ronde, mereka berdua sama sekali tidak keluar dari apartemen walaupun sebentar. Mereka sudah seperti pengantin baru yang dimabuk cinta. Mereka benar-benar betah seolah dunia hanya milik mereka berdua dan tidak ingin berurusan dengan dunia luar dulu. “Untung saja saya berinisiatif nyetok makanan,” ucap Arsen yang saat ini sedang menyiapkan hidangan sederhana untuk mereka berdua. Fadia yang duduk di kursi makan sambil menatap Arsen yang sibuk dengan sudip dan teflon. “Makan siang, makan sore, maka

