Bab 90 - Kesepakatan

2389 Words

Mendengar perkataan kedua orangtuanya yang sudah seperti vonis yang tidak bisa ditawar, Arsen tetap bersikap tenang. Pria itu spontan memberikan senyuman palsu kemudian beralih menatap Revana yang kini sudah mendongak, tidak menunduk seperti sebelumnya. Arsen yakin pasti Revana sedang menantikan responsnya. “Revana,” panggil Arsen kemudian. Revana hanya menatap Arsen, sama sekali tidak menjawab panggilan pria itu. “Jadi kamu hamil?” tanya Arsen berpura-pura kaget dan tidak tahu apa-apa. “Kamu yakin itu pertanyaan dan bukan ejekan, Arsen? Bukankah kamu memang sudah tahu kalau Revana sedang hamil?” tanya Kiana. "Revana bilang kamu sudah tahu," lanjutnya. “Ah, benarkah?” Arsen masih berpura-pura bodoh. “Kalau begitu selamat ya, Revana. Selamat atas kehamilanmu,” tambahnya. “Arsen tolo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD