Setelah melakukan percintaan panas yang tak bosan-bosannya Fadia dan Arsen lakukan, mereka berdua tertidur nyenyak. Waktu menunjukkan pukul sebelas malam saat Fadia terbangun dan merasakan kantung kemihnya penuh. Ia pun berusaha melepaskan diri dari pelukan Arsen. “Mau ke mana, Sayang?” tanya Arsen yang menyadari Fadia hendak beranjak dari kasur. “Aku ingin ke kamar mandi. Tidurlah tanpa merasa terganggu,” jawab Fadia. Arsen yang memang sudah dikuasai rasa ngantuk pun hanya mengangguk. Ini adalah malam kedua mereka kembali bersama. Ia seharusnya tidak mengkhawatirkan apa pun lagi. “Setelah itu kembali tidur,” ucap Arsen. “Iya, Sayang. Sekarang tidur lagi sana.” Setelah mengatakan itu, Fadia yang memang tidak mengenakan apa-apa, segera mengambil piyama di dekat tempat tidur lalu memak

