Bianca menggigit bibirnya, mencoba menolak kenyataan yang baru saja menggerogoti hatinya. Namun, sekeras apa pun ia menyangkal, takdir itu bagaikan palu godam yang menghantam hidup keluarganya tanpa ampun. Sanjaya—keluarga yang dulu disegani, kini bangkrut total. Robert, sang kepala keluarga, gagal menyelamatkan perusahaan yang telah dibangunnya dengan susah payah. Aset demi aset disita, meninggalkan kehampaan yang menyakitkan. Dia sudah berjuang mati-matian, mencari dana ke mana-mana, tapi justru terjerat hutang yang semakin membengkak. Bahkan kini, hutang itu belum semuanya terbayar. Hanya ada sisa uang yang tak seberapa, cukup untuk menyewa kontrakan kecil yang sempit dan memenuhi perut mereka untuk sebulan, mungkin dua bulan ke depan. Mereka kini berjalan tanpa kendaraan, hanya menge

