Pagi hari, Soraya terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya masih berada di pelukan sang suami yang begitu menghangatkan. Dia menatap lekat wajah tampan Raveno, dia memang terlihat begitu keren, berdamage dan yang paling penting membuat Soraya nyaman. Terlepas apa yang terjadi pada masa lalunya, dia yakin kalau Raveno sedang mencoba menjadi sosok yang lebih baik lagi. “Raveno bangun,” ucap Soraya mengguncang bahu sang suami. “Bangun, ayo udah mau telat kamu itu.” “Hmmm… nanti,” ucapnya dengan mata yang masih terpejam, malah menarik Soraya semakin erat ke dalam dekapannya dan beberapa kali memberikan ciuman di puncak kepala. “Tidur lagi, aku ada jam siang kok. Dipindahin jamnya sama dosen,” ucap Raveno dengan mata yang terpejam dan suara yang begitu serak. “Tapi aku gak ada jam siang

