“Bisa bantu handle semuanya?” Tanya Soraya pada sang Ayah yang sedari tadi mendenngarkan. “Itu pake uang Soraya kok, sekalian investasi. Rumahnya kan di lokasi bagus, jadi Soraya gak akan rugi.” “Tapi nanti kamu kasih rumah itu buat Raveno?” “Ya apa salahnya ‘kan, Ayah?” Tanya Soraya dengan bibir yang mengerucut, kesal sekali kenapa ayahnya terlihat sangat tidak setuju dengan niatnya yang akan memberikan hadiah rumah untuk Raveno. “Jangan gitu dong, kan ini juga keinginan cucu ayah.” Mengusap perutnya sendiri yang sedikit membuncit. “Nanti tambah gede loh ini.” “Boleh boleh aja, tapi kamu jangan boros sama uang. Jangan mentang mentang ini rumah sakit nantinya buat kamu.” “Raya gak boros ya. Maaf. Ibu anda yang boros tuh, beli kapal pesiar segala.” Di waktu yang bersamaan, Raveno baru

