Soraya kembali ke rumah setelah kondisinya lebih baik. Tidak ada lagi tekanan batin, tidak ada lagi hal hal yang membuatnya sedih karena saat ini dia sedang dipeluk oleh orang yang sangat dia sayangi. Soraya sudah mengambil cuti, jadi dia bisa dengan leluasa bersama dengan keluarganya. Kali ini, Raveno tengah focus pada pendidikannya. Dia ingin lulus lebih cepat bagaimanapun caranya. Mengikuti olimpiade, bahkan menyusun jurnal supaya bisa mendapatkan apresiasi dari dosen. Soraya juga membantu, dia mencari cara supaya sang suami bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. “Hari ini aku pulangnya agak maleman gak papa?” Tanya Raveno. Soraya tau kemana sang suami akan pergi, jelas dia menganggukan kepala. “Pergi aja, tapi jangan lupa makan. Hubungin juga kalau butuh sesuatu.” “Iya, Sayang.”

