BAB 93: EDO - GAUN MASTERPIECE

1731 Words

Usai momen damai yang hanya kami isi dengan berciuman dan saling membelai lembut, gue bangkit dari kasur, menyambar boxer yang gue ga ngerti kenapa bisa nyangkut di tempat yang ga semestinya. Di dalam kamar mandi gue membersihkan diri sambil tersenyum lebar. Aslilah sekarang gue paham kenapa begituan adalah the best part dalam pernikahan. Kalau ga karena pintu kamar ini bolak balik digedor trio usil a.k.a para ipar gue, udah gue lanjut ke ronde kedua kali. “Na?” Hana diam aja waktu gue kembali nyamperin dia. Malahan sekarang dia selimutan, nutupin seluruh tubuhnya dari kepala sampai ujung kaki. “Hana?” “Hmm?” “Bersih-bersih dulu atuh. Hana bau Edo tauk.” “Iiih!” omelnya sambil menyibak selimut. Mukanya merah. Lucu banget da ah, jadi pengen lagi. “Sana bersih-bersih dulu. Nant

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD