Bab 17

1676 Words

Zahra berdiri diam di ambang pintu dapur. Tangannya menyilang di depan da-da, tubuhnya bersandar ringan pada kusen. Di depannya, Arvin berdiri dengan lengan kemeja tergulung, jemarinya sibuk menyabuni piring. Air mengalir pelan, busa putih menempel di ujung jarinya. Pemandangan itu terasa… ajaib. Pria yang di ruang sidang bisa berdiri tegak, berbicara tegas dengan suara tenang namun mematikan. Pria yang namanya sering disebut dengan nada hormat. Pria yang jas mahalnya selalu rapi, sepatu mengilapnya nyaris tanpa cela. Sekarang berdiri di dapur, memegang spons cuci piring. Zahra tersenyum kecil di balik punggungnya. Ia tahu siapa Arvin di luar sana. Pengacara handal. Disiplin. Rasional. Sulit ditembus. Datang dari keluarga berada, terbiasa dengan fasilitas dan kemudahan. Tapi di hada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD