Bab 48

1968 Words

Tubuh kecil itu terasa begitu ringan. Begitu rapuh. Namun entah kenapa, ketika bayi itu berada di lengannya, da-da Arvin terasa penuh oleh sesuatu yang begitu besar hingga hampir membuatnya sesak. Ia menatap wajah kecil itu lama sekali. “Ya Allah…” bisiknya pelan. Sementara itu perawat lain menyerahkan bayi kedua. “Ini adiknya, Pak. Anda sangat beruntung, dua bayi laki-laki.” kata perawat ceria. Arvin menatap bingung. “Saya harus gendong dua-duanya?” Perawat tersenyum. “Boleh satu ditaruh dulu kalau takut.” Arvin tertawa gugup, lalu akhirnya menyerahkan bayi yang sudah dia gendong lebih dulu pada perawat dan dibaringkan di dalam boks kecil di dekat ranjang Zahra. Setelah itu ia menerima bayi yang kedua. Ia menatap putra keduanya dengan wajah yang masih dipenuhi rasa tak percaya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD