Hari-hari pertama di rumah terasa seperti dunia baru bagi Arvin dan Zahra. Rumah yang dulu tenang kini dipenuhi suara-suara kecil—tangisan bayi di tengah malam, bunyi langkah cepat di koridor, dan bisikan lembut yang mencoba menenangkan dua kehidupan mungil yang masih belajar mengenal dunia. Rafayel dan Arka seolah memiliki jam biologis sendiri. Dan jam itu… jelas tidak mengikuti jadwal tidur orang dewasa. Malam pertama di rumah menjadi pengalaman yang tak akan pernah dilupakan Arvin. Sekitar pukul dua dini hari, tangisan bayi pertama terdengar. Zahra bahkan belum sepenuhnya membuka mata ketika Arvin sudah lebih dulu bangun dari tempat tidur. “Tunggu… aku lihat dulu,” bisiknya. Ia berjalan ke arah boks bayi dengan langkah sedikit tergesa. Rafayel menggeliat kecil, wajahnya memerah

