“Eh, Nyonya sudah pulang!” sapa Nira sedikit canggung dan gugup menyadari secara tidak langsung dia berhadapan dengan saingannya atas Malik. Hani melirik sebentar pada Ningrum yang duduk di kursi roda memperhatikannya. “Dari mana kalian?” tanyanya sinis sekedar berbasa-basi. “Kami dari rumah sakit, hari ini jadwal kontrolnya Ibu,” jawab Nira. BRAK! Terdengar suara ribut dari lantai atas, Hani pun seketika panik takut jika Aditya keluar dari kamar. “Tuan ada di rumah?” tanya Nira. Tapi Hani malah menjawabnya dengan ada sinis. “Apa urusanmu!” ujarnya menatap curiga pada Nira. Ningrum melirik pada Nira dengan tatapan penuh arti, dia tahu apa yang terjadi antara Malik dan juga Nira selama ini. Nira pun seketika gugup. “Tidak, Nyonya. Tadi sewaktu kami pergi Tuan bilang tidak akan per

