Isi Hati Rani.

1164 Words

Rani justru tertawa kecil bernada sinis mendengar ucapan Brandon. “Telingaku berdengung mendengarnya!” ujarnya mengejek. Brandon menggeleng saja sambil tersenyum tipis, tak merasa tersinggung dengan ejekan Rani. “Kemana pacarmu yang berotot itu? Bukankah kau sampai menghadiahkan sebuah rumah mewah padanya? Atau, jangan-jangan dia menemukan Sugar Daddy yang lebih kaya sehingga sekarang melantur seperti ini!” Brandon masih diam membiarkan Rani berbicara mengungkapkan kekesalannya. “Sudahlah, kau pergi saja. Hubungi sekretarisku dulu sebelum menemuiku lagi seperti ini, aku tidak suka dikejar pekerjaan ketika sudah di rumah!” tukas Rani, enggan untuk terjebak bersama Brandon terlalu lama, dia lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju kamarnya lagi. Brandon tak berniat untuk m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD