Kebakaran.

1118 Words

“Baik!” sahut dua orang itu. Veena memberikan masing-masing segepok uang untuk mereka sebagai imbalan. “Jangan meninggalkan jejak, buat seolah itu hanya karena konsleting listrik atau apalah!” perintahnya lagi. “Baik, Nona!” Setelah kedua lelaki itu turun, Veena pun segera tancap gas pergi dari tempat itu. Tak ingin terlihat lebih lama di sana, dia serahkan semuanya pada dua orang bayaran itu. Dua orang itu celingukan melihat sekeliling, lalu lintas malam masih terlalu ramai untuk mereka melakukan rencana jahatnya. “Jangan sekarang, mereka masih belum pulang!” ucap salah satunya seraya melempar pandangan ke arah kafe yang masih terdapat para karyawan. “Ya, terlalu beresiko. Tengah malam kita eksekusi!” tukas temannya itu mengangguk membenarkan. Mereka pun pergi dari situ, menunggu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD