Ryujin duduk di sofa ruang keluarga sambil menatap layar ponselnya cukup lama. Notifikasi dari butik jam tangan mewah itu baru saja masuk. “Pesanan Anda sedang diproses. Estimasi selesai ukir tiga hari.” Ryujin menghembuskan napas pelan. “Semoga dia suka…” gumamnya lirih. Jasmine yang duduk di karpet bermain di depannya sedang sibuk memukul-mukul balok kayu berwarna pastel. Sesekali bayi itu mengangkat kepalanya, menatap Ryujin, lalu tertawa kecil tanpa alasan yang jelas. Ryujin langsung tersenyum. “Iya, iya… Mama tahu Papa kamu itu susah dikasih kado,” katanya sambil menggeser tubuh mendekat dan mencubit lembut pipi Jasmine. “Tapi kalau dari Mama, Papa pasti suka. Iya kan?” Jasmine menjawab dengan suara ocehan tidak jelas sambil kembali mencoba memasukkan balok ke mulutnya. “Eh—e

