Julian 182

2637 Words

Waktu berjalan pelan, tapi perubahan kecil di rumah itu terasa jelas dari hari ke hari. Jasmine sekarang sudah semakin aktif. Langkahnya makin mantap, tangannya makin sering menunjuk-nunjuk sesuatu yang menarik perhatiannya, dan yang paling memhbuat Julian serta Ryujin gemas adalah… suaranya. Pagi itu Ryujin sedang di dapur, menyiapkan s**u untuk Jasmine. Julian duduk di ruang tengah, membuka laptop sambil sesekali melirik ke arah putrinya yang sedang bermain di karpet dengan beberapa balok warna-warni. Jasmine berhenti bermain. Ia menoleh ke arah dapur, lalu ke arah Julian. Wajah kecilnya tampak berpikir keras. Bibirnya bergerak-gerak, seolah sedang menyusun sesuatu di kepalanya. “Pa…” katanya pelan, agak ragu. Julian langsung menoleh. “Hm?” Jasmine berdiri dengan susah payah, lalu b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD