Julian 106

919 Words

Pagi itu dengan udara yang jauh lebih segar dari biasanya. Cahaya matahari baru saja menembus tirai tipis kamar utama, menyelinap perlahan dan jatuh di lantai marmer yang mengilap. Julian sudah terbangun sejak beberapa menit lalu, duduk di tepi ranjang sambil menatap Ryujin yang masih terlelap. Tangannya bergerak pelan meraih ponsel, mengecek jam, lalu tersenyum kecil. Hari ini ia sudah merencanakan sesuatu sejak semalam, sebuah rencana sederhana tapi penuh makna: membawa Ryujin dan Jasmine ke pantai. Dan membuaf kedua orang yang dicintainya itu merasa bahagia nantinya. Julian bangkit perlahan agar tidak membangunkan istrinya. Ia melangkah menuju kamar bayi, membuka pintu dengan hati-hati. Di dalam, Jasmine sudah terjaga. Bayi perempuan berusia tujuh bulan itu berbaring di boksnya, matan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD