Julian 185

2852 Words

Pintu rumah terbuka lebar ketika Luna masuk tanpa banyak basa-basi. Ia sudah terbiasa datang seperti itu, apalagi sejak tahu Ryujin sedang hamil lagi. Di tangannyaa ada tas besar, entah apa isinya. “Ryujin!” panggilnya dari ruang tengah. Ryujin yang sedang duduk di sofa dengan selimut tipis di kaki hanya menoleh malas. Di tangannya ada semangkuk kecil cemilan asin yang baru saja ia beli tadi pagi. Rambutnya diikat asal, wajahnya polos tanpa apa pun. Luna berhenti melangkah. Ia memperhatikan Ryujin dari atas sampai bawah dengan ekspresi tidak percaya. “Kamu belum siap?” tanyanya. Ryujin mengunyah santai. “Siap apa?” “Ke salon,” jawab Luna tegas. “Aku sudah booking. Facial ringan saja, terus creambath.” Ryujin langsung menggeleng tanpa berpikir. “Aku tidak ikut.” Luna mengerjapkan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD