Julian 18

1255 Words

Julian membawa Ryujin memasuki tempat perjudian terbesar di Meksiko, sebuah bangunan megah dengan cahaya neon merah–emas yang memantul di kaca-kaca besar. Musik keras menggema, suara chip berjatuhan, gelak tawa, dan suara mesin slot bercampur menjadi satu. Begitu mereka masuk, hampir semua orang menoleh. Julian memang bukan sembarang tamu; reputasinya dikenal di hampir seluruh benua. Ryujin menggenggam lengan Julian. “Tempat apa ini…?” “Surga bagi orang yang mau ambil risiko,” jawab Julian dengan nada tenang. “Neraka bagi yang salah pilih teman.” Ryujin merinding. “Kamu sering datang ke sini?” “Cukup sering untuk dikenali tapi tidak cukup sering untuk bosan.” Ryujin memandangi sekitar. “Aku… enggak yakin tempat ini aman.” Julian menatapnya lembut. “Selama aku di samping kamu, semuany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD