Julian 56

1001 Words

Luna tidak pernah membayangkan bahwa langkah nekat yang ia ambil justru akan menjadi awal dari kehancurannya sendiri. Selama ini, ia selalu yakin bahwa dirinya masih memiliki nilai tawar. Ia percaya, selama ia bisa menjadi alat untuk menghancurkan Julian dan Ryujin, siapa pun akan mau bekerja sama dengannya. Termasuk Maverick. Terutama Maverick. Namun keyakinan itu runtuh dalam hitungan detik. Ruangan itu sunyi, terlalu sunyi, hanya diisi suara napas berat Maverick yang terdengar jelas di telinga Luna. Lelaki itu berdiri membelakanginya, tubuh tinggi dan tegang, seolah sedang menahan amarah yang mendidih di seluruh pembuluh darahnya. Luna bisa merasakan aura berbahaya itu, tetapi egonya terlalu besar untuk mundur. Ia melangkah satu langkah ke depan, suaranya dibuat selembut mungkin, mes

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD