Julian 145

3242 Words

Luna datang ke rumah Ryujin dan Julian pada sore hari, membawa map tebal berisi potongan kain, cetakan warna, dan beberapa foto referensi. Begitu pintbu dibuka, Ryujin sudah menyambutnya dengan senyum hangat, sementara Julian dari ruang tengah menoleh sambil menggendong Jasmine yang sedang sibuk memainkan jari-jarinya sendiri. “Masuk, Lun,” kata Ryujin lembut. “Kamu kelihatan tegang. Duduk dulu.” Luna menghembuskan napas panjang sambil meletakkan map di meja. “Aku butuh bantuanmu. Serius. Aku rasanya mau gila sendiri mikirin pernikahan ini.” Julian tertawa kecil. “Biasanya calon pbengantin memang begitu. Mau minum dulu?” “Air putih aja,” jawab Luna cepat. “Aku cuma mau fokus.” Ryujin duduk di seberang Luna, sikapnya santai tapi matanya penuh perhatian. “Oke. Cerita pelan-pelan. Kamu m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD