Ryujin refleks berteriak begitu melihat tangan kecil Jasmine mengangkat mainan pasir ke arah mulutnya. “Jasmine, jangan!” Suara itu keluar terlalu cepat, terlalu keras. Jasmine terkejut. Bibir mungilnya langsung bergetar, matanya membesar, lalu tangisnya pecah. Bukan tangis kecil biasa, tapi tangis kaget yang langsung membuat d**a Ryujin mengencang. “Eh—sayang, Mama cuma—” Ryujin buru-buru meraih mainan itu dan menjatuhkannya ke lantai. Ia menggendong Jasmine, mengusap punggung putrinya. “Maaf, Mama nggak marah.” Tangisan Jasmine justru makin kencang. Tubuh kecil itu menegang, tangannya mencengkeram baju Ryujin. Ryujin menutup mata sesaat. “Aduh… Mama salah, ya.” Langkah kaki terdengar dari tangga. Julian baru saja turun dengan kemeja rapi dan dasi yang sudah terpasang setengah. Be

