Pagi itu cahaya matahari menerobos tirai ruang tamu apartemen, membuat seluruh ruangan terasa lebih hangat dari biasanya. Luna yang baru saja bangun turun dari kamar dengan rambut yang masih sedikit kusut. Ia berjalan cepat menuju dapur, tempat Julian sedang mengambil air minum. Julian menoleh pelan ketika mendengar langkah kaki Luna. "Kau bangun cepat." Luna langsung memeluk lengan Julian sambil mengerjap manja. "Julian… temani aku pergi ke kafe baru itu hari ini, ya? Aku ingin mencoba menu barunya. Katanya enak sekali." Julian mengecilkan mata, tampak berpikir. "Hari ini? Aku ada sedikit urusan—" Luna langsung merengut, memotong perkataannya. "Ayolah, Julian. Hanya sebentar. Kita pergi berdua saja, ya? Sudah lama kita tidak kencan." Julian menatap wajah Luna beberapa detik, sepe

