157~BC

1161 Words

“Maaf, bulan madunya jadi harus ngerawat aku.” Setelah mematahkan hati Ranu, kini Altaf merasa kembali menjadi pria yang sungguh tidak bisa diandalkan. Maag yang kambuh sejak semalam, membuatnya tidak punya pilihan selain pergi ke dokter dan merepotkan sang istri. “Habis ini nggak usah lagi minum kopi,” ucap Ranu sambil mengangkat gagang pesawat telepon di kamar mereka, “aku pesanin bubur dulu.” “Kamu juga pesan makan sekalian,” ujar Altaf masih merasakan nyeri di ulu hatinya, “biar nggak sakit juga.” “Aku nggak punya maag.” “Tetap aja, jangan telat makan.” Ranu tidak menjawab, karena ia sedang berbicara dengan bagian room service untuk memesan makanan. “Janji, jangan minum kopi lagi habis ini,” pinta Ranu sambil meletakkan kembali gagang pesawat telepon. “Janji,” jawab Altaf ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD