“Kamu tunggu di sini saja, Lex.” Sebastian mendorong pintu setelah memberikan perintah pada tangan kanannya. Satu kaki pria itu turun diikuti kaki yang lain. Keluar dari mobil, Sebastian mengedarkan pandangan, sementara satu tangannya mendorong daun pintu hingga kembali tertutup. Pria itu mengayun langkah sembari tangannya bergerak mengancing jas. Mendorong pintu kaca, langkah kaki Sebastian kembali terayun. Bola mata pria tersebut bergerak ke kanan kiri. Menganggukkan kepala ketika berpapasan dengan seseorang yang menyapanya. Sebastian menghembus napas begitu melihat keberadaan seseorang yang menjadi alasannya datang ke tempat tersebut. Pria itu melebarkan langkah kakinya. “Tuan Sebastian.” Sebastian menatap pria yang kini berdiri, lalu mengulurkan tangan kanan. Meskipun sebenarnya ma

