MPE Bab 145

1817 Words

Louisa menggulir bola mata ke atas hingga bertemu tatap dengan sang papa. Mamanya masih menangis dalam pelukannya setelah menyebut-nyebut papanya. Sepasang alis Louisa berkerut. Dia menatap bertanya sang papa. Apa yang terjadi dengan mamanya? “Kalian pasti lelah karena perjalanan jauh. Ayo, istirahat dulu.” Berta merasa perlu untuk menengahi. Wanita yang sudah mengetahui apa yang terjadi dan apa tujuan Adam Reed datang selain melihat kondisi sang putri, tidak ingin mereka bicara di tempat umum. “Benar. Kita kembali ke kamar.” Sebastian mendukung. Louisa melepas pelukannya. Wanita itu menatap sang mama yang masih menangis meskipun sudah tidak tidak lagi terdengar suara tangisnya. Memperhatikan sang mama mengusap wajah basahnya. “Mama kelihatan pucat. Benar kata mama Berta, Mama pasti ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD