Sebastian beranjak dari tempat duduk, lalu melangkah keluar dari balik meja--begitu mengetahui papa mertuanya datang. Pria itu tersenyum ketika melihat daun pintu terkuak, lalu pria yang sudah bisa berjalan tanpa menggunakan penyangga tersebut melangkah masuk. “Pa,” sapa Sebastian sambil menarik langkah menghampiri sang mertua. ‘BUGH!’ Sepasang mata Sebastian membola, sementara wajahnya tertoleh keras ke kanan. “Pa.” ‘BUGH!’ Baru saja Sebastian meluruskan kepala, satu pukulan kembali menghantam pipi kirinya. Wajah pria itu sekali lagi tertoleh ke kanan. Kali ini Sebastian meringis ketika merasakan perih. Pria itu menyentuh sudut bibir sebelah kiri yang ternyata … pecah. D*da Adam Reed bergerak turun naik dengan cepat. Pria yang sedang emosi itu menatap tajam sang menantu. Seharian d

