“Sabar sedikit, Bastian. Malam belum larut. Kita ngobrol dulu.” Damian mencegah Sebastian yang sudah akan beranjak dari tempat duduk. "Benar kata Damian. Kita ngobrol, santai dulu di sini." Reynold menarik punggung ke belakang hingga menyandar. Satu kaki pria itu terangkat ke atas kaki yang lain. Bibir pria itu terkulum. Sadar jika sang sahabat yang baru saja menikah, sudah tidak sabar untuk segera membawa pengantin perempuannya ke atas ranjang. Pesta sudah selesai. Para tamu undangan sudah meninggalkan ballroom yang dijadikan tempat pesta pernikanan. Termasuk keluarga sang pengantin. Namun, beberapa orang masih belum ingin meninggalkan tempat tersebut. Sebastian menghembuskan napas panjang. Pria itu memutar kepala—menatap ke arah meja lain yang masih dihuni oleh para wanita, termasuk

