MPE Bab 155

1854 Words

Hari yang dinantikan oleh banyak orang akhirnya benar-benar tiba. Sebastian yang panik setelah melihat sang istri meringis kesakitan sambil mengusap-usap perut, segera mengenakan pakaian yang semua berserakan di lantai, kemudian membantu sang istri memakai kembali pakaiannya. Sebastian mengecup perut besar Louisa. “Tunggu sebentar, Sayang. Kita ke rumah sakit dulu.” Pria itu lalu dengan cepat dan mudah—mengangkat tubuh sang istri. Louisa menahan erang kesakitan ketika ritme rasa sakit yang dirasa semakin lama semakin cepat. Wanita itu menempelkan kepala ke d**a sang suami. “Ma … Ma … Louisa mau melahirkan!” Sebastian berteriak ketika langkah kakinya nyaris tiba di kamar Ellio. Dia tahu mamanya tidur menemani Ellio. Bukan Berta saja yang terbangun karena teriakan keras Sebastian, tapi j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD