“Mimi, kamu enggak mau pulang? Pak Arayan bentar lagi pasti meneror ku.“ “Tunggu sebentar lagi, aku mau lihat Sheila dulu.” “Biar kita aja yang menunggunya. Lebih baik kamu pulang sekarang. Lagian sudah sore, bumil harus masuk kandang.” “Yah, gak asik kalian mah.” Manda sejak tadi mengusirku agar segera pulang. Sejak pagi kami nongkrong di rumah kontrakan Siva untuk bertemu dengan rubah sholeha. Namun yang ditunggu-tunggu belum datang juga. Kata, Siva setiap hari libur Sheila akan berkunjung ke rumah yang terletak didepan rumahnya. “Apa dia tahu kalau kita sedang mengintainya ya? Makanya gak berani datang ke sini,” ujar Manda, dari tadi ngemil tiada henti padahal bilang lagi diet. Aku meluruskan kedua kakiku ketika mulai pegal. Tanpa aku minta, kedua sahabatku langsung memijatnya,

