Bab 73. Resepsi Pernikahan yang Megah

1039 Words

H-2 sebelum acara resepsi pernikahan. Ternyata Panji yang gampang uring-uringan membuat yang lainnya lelah menghadapi kelakuan pria itu. Florentina bahkan sering berdebat dengan cucu satu-satunya itu karena Panji seringkali menentang pendapatnya. "Nji, jangan kerja lagi. Itu kantung mata kamu udah kayak mata panda," ucap Florentina dengan nada geram saat memasuki kamar sang cucu. "Oma, ini ada pekerjaan yang harus aku selesaikan malam ini. Bagaimana bisa aku berhenti sekarang," bantah Panji dengan intonasi suara agak meninggi. "Bisa-bisanya orang yang akan melakukan resepsi pernikahan besok lusa masih memikirkan pekerjaan. Memangnya nggak bisa kamu serahkan sama Boy?" sindir Florentina dengan ketus. Panji membuang napas kasar, sebenarnya dia tak ingin bekerja sampai selarut ini, tapi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD