"Boy, saya mau keluar bertemu dengan adik tiri istri saya. Kalau kamu mau balik ke kantor sekarang nggak apa-apa." Boy yang sedang mengerjakan laporan dengan laptop di ruang kerja Andreas langsung menampilkan raut wajah bodohnya. "Bapak sehat? Kenapa tiba-tiba mau bertemu dengan wanita itu?" ucap Boy dengan intonasi suara mengejek. Panji yang mendengarnya hanya dapat memberengut, inilah resiko jika mempekerjakan orang yang sudah lama dikenal meskipun tidak terlalu akrab. Sering salah satu dari mereka melupakan status sebagai atasan dan pegawai. "Kamu itu mau saya potong gaji bulan ini?" ucap Panji dengan melontarkan ancaman kosong. "Dih pundungan jadi orang. Pak ... Serius mau ketemu sama wanita itu?" tanya Boy dengan hati-hati yang tak mau Panji bertambah emosi. "Sejak kapan saya in

