Bab 37. Kalau Jodoh Pasti Bertemu

1835 Words

Author POV “Tapi, tadi lo beneran cakep pisan, euy …,” ujar Demit, setelah memasukkan satu potong mangga harum manis mengkal ke dalam mulutnya. “Semanis mangga ini.” Demit menyengir, sembari kembali mengangkat satu potong mangga yang ia tusuk dengan garpu. “Sekarang juga masih manis, meski nggak pakai make up.” Sean memutar kedua bola matanya, sebelum mengangkat wajah dan melihat Restu tersenyum. Sean menggelengkan kepala. Sungguh, dia tidak ingin punya hubungan apa pun dengan circlenya si burung pemakan bangkai. Kenapa justru hidupnya sekarang berputar di sekeliling orang-orang yang memiliki hubungan dengan pria itu? “Udah, tembak aja langsung. Nggak usah pake muter-muter, entar keburu pusing, trus malah pingsan,” kata Ruri yang tidak pernah mau menyaring omongannya. Sean memutar kep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD