Author POV "Aku ingin memulai lagi bersamamu." Elang menatap memohon perempuan di depannya. "Maaf, kamu benar-benar sudah terlambat. Tolong sekarang keluar. Aku tidak ingin bertengkar. Biarkan aku bisa bernapas. Kamu membuatku tidak bisa bernapas." Seang memutar kepala. Dengan d*da bergerak kentara ke atas, lalu turun--Sean bertahan untuk tidak menatap Elang. Ekspresi wajah Elang seketika berubah begitu mendengar kalimat terakhir Sean. Elang merasakan dunianya runtuh sekali lagi. Melihat Sean yang tidak mau menatapnya, Elang merasakan remasan di dalam hatinya. Sakit sekali. Pria itu bertahan hingga lebih dari lima menit. Sampai akhirnya ia beranjak dari tempat duduk. Elang menatap Sean dengan sepasang mata memerah. Tidak ada kata yang sanggup ia ucapkan. Elang melangkah pergi meningga

