SEAN- “Puas?” Aku segera menoleh ke samping. Dokter Ana yang bertanya setelah kami keluar dari sekolah para anak istimewa itu. tentu saja aku merasa puas. Senyumku mengembang begitu saja saat mengingat wajah-wajah polos penuh semangat mereka. “Puas banget, Dok. Lihat mereka senang, sudah jadi kepuasan batin buat saya.” Dokter Ana mengangguk dengan senyum cantiknya. Kami berjalan menuju parkiran. Beberapa Dokter sudah berkumpul di sana. Beberapa melambaikan tangan ke arah kami. Aku, dan Dokter Ana segera bergegas menghampiri mereka. Kami harus kembali ke rumah sakit lagi. Masih ada tanggung jawab yang harus kami selesaikan, sebelum bisa kembali ke rumah untuk beristirahat. *** Pulang dari Rumah Sakit .... “Asen Sofi!!” Aku memutar bola mata malas, saat mendengar nama lengkapku disebut

