Elnathan menunggu dering ponselnya berhenti, tepat setelahnya dia menonaktifkan benda pipih itu. Dia tidak mau siapapun mengganggunya dan Alisha malam ini. "Bukan siapa-siapa," jawab Elnathan, sambil menunjukkan senyumnya pada Alisha yang sedang sibuk memasak. Alisha pun menoleh sambil balas tersenyum tanpa bertanya lagi. Rasanya tidak perlu tahu atau mungkin menghindar untuk tahu, karena terkadang ketidaktahuan lebih menenangkan. "Selamat makan," ujar Alisha, seraya menyajikan makanannya di atas meja setelah memasak sekitar setengah jam. "Terima kasih untuk makanannya." Elnathan langsung menyendokkan makanan ke mulutnya dan seperti biasa pria itu tidak ketinggalan memuji Alisha. "Masakanmu tidak pernah ada yang gagal." Alisha tersenyum malu mendengar pujian Elnathan, padahal ini buka

