Bab 165

1300 Words

Hari-hari berlalu. Liburan selama tujuh hari bahkan sudah hampir berlalu. Tujuh hari ini banyak yang berkesan dan yang terjadi di antara semuanya, dan mereka sangat senang akan hal itu. "Vincent, ada yang papa ingin bicarakan." Ucap Radit ketika mereka sedang meminum kopi berdua. "Tumben sekali, ada apa? Apa warisanku akan di percepat?" Godanya "Anak sialan!" Umpatnya yang membuat Vincent terkekeh. "Lagi pula tumben sekali Papa ingin berbicara denganku tapi harus izin dulu. Katakan saja, Pa." "Setelah dari sini, Papa akan menjodohkanmu dengan seorag wanita," ucap Radit pada akhirnya tanpa basa basi. "Apa? Tidak! Aku tidak mau." Vincent yang terkejut jelas saja langsung menolaknya. "Yakin tidak mau?" Tanya Radit. "Jelas saja, papa pikir aku sejelek itu sampai kau menjodohkanku deng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD