Bab 110

1124 Words

Setelah berbicara dengan orang tuanya sebentar, Roy meminta orang tuanya untuk beristirahat, begitupun dengannya, dia yang sedari tadi pusing memutuskan untuk istirahat, dia bahkan meminum obat terlebih dahulu karena kepalanya benar-benar pusing. "Kisah cintaku sepertinya sangat rumit, aku harus menyembuhkan luka di hatinya dulu baru bisa masuk ke dalam hati dan kehidupannya, dan kemungkinan aku akan berjuang sedikit lama." Gumam Roy. ***** Malam harinya, Roy dan kedua orang tuanya sudah berada di perjalanan untuk pergi ke rumah Abraham meskipun di sana tidak ada Vera, calon menantunya. "Kau sudah menyiapkan berkas-berkas untuk pernikahanmu?" Tanya Bram yang di angguki oleh Roy. "Kau terkesan memaksanya jika kau mengajaknya menikah tiba-tiba seperti ini, Roy." Ucap Rosa. "Aku menikah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD