Flora membuka matanya dengan pelan, dia melihat di depannya sudah ada Radit yang memegangi tangannya. Dia memposisikan dirinya untuk duduk dan meras kepalanya memang masih pusing. "Kenapa denganku?" Tanyanya yang memang tidak mengingat apapun. Dia hanya mengingat jika dia ingin ke kamar untuk istirahat. "Kau tadi pingsan, Sayang." Ucap Radit yang membuat Flora terdiam. Dia semakin tidak mengerti ketika Radit memeluknya. "Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf dengan kejadian tadi, tolong jangan mengingatnya lagi. Aku berjanji akan lebih berhati-hati dan selalu waspada dengan situsi apapun." Ucap Radit yang membuat Flora memejamkan matanya, dia akhirnya membalas pelukan Radit dan memilih untuk memaafkannya karena dia sendiri tidak bisa marah terlalu lama dengannya. "Jika kau seperti

