20. Nathaniel vs Maxime

885 Words

Lo masih mencintainya?” ​“Lo bercanda, Hah?!” Nathaniel membentak, suaranya naik satu oktav. ​“No. Gue hanya bertanya,” sahut Max tenang. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi. “Baguslah kalau lo sudah tidak mencintai Joceline. Lagipula Joceline tidak pantas mendapatkan pria bodoh seperti lo, Nath.” ​Rahang Nathaniel mengeras. Tanpa peringatan, ia merangsek maju dan menarik dasi Maxime dengan kasar. “Apa lo bilang?” ​Maxime tidak gentar. Ia justru menghentakkan tangan Nathaniel menjauh dengan sekali gerakan kuat. Ia membenarkan posisi dasinya, lalu menatap Nathaniel lekat namun tetap tenang. ​“Fokus saja ke pernikahan lo dengan Shenina, Nath. Bagaimana Joceline, itu biarin jadi urusan gue.” ​“Dan menurut lo, lo pantas untuk Joceline?” Nathaniel mendesis. Lihat, si bodoh ini masih teta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD