30. Anak Itu ... Bukan Anakku, kan?

1061 Words

“Tolong... tinggalkan aku sendiri,” suara Joceline terdengar sangat lelah, nyaris seperti bisikan seseorang yang berada di ambang putus asa. Ia memejamkan mata, tak sanggup lagi menghadapi berondongan pertanyaan dari ibu dan adiknya. Melihat kondisi Joceline yang memprihatinkan, Samantha mengambil kendali. Ia berdiri tegak dengan wibawa yang tenang. “Emmeline, Shenina... sebaiknya kita keluar dulu. Beri Joceline waktu untuk bernapas.” Matanya kemudian beralih pada Nathaniel yang masih mematung di sudut. “Nath, tetaplah di sini.” Shenina tersentak, raut wajahnya menunjukkan keberatan yang nyata. “Tapi, Ma, kenapa harus Nathaniel? Aku bisa tinggal atau—” “Mama harap kamu tidak keberatan, Shen,” potong Samantha dengan nada yang tidak menerima bantahan, namun tetap terdengar tenang.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD