34. Sebuah Pengakuan

1138 Words

Hujan gerimis mulai membasahi aspal di kawasan perumahan elit Menteng, namun dinginnya cuaca di luar tak sebanding dengan atmosfer yang menyelimuti ruang tamu kediaman Jeremiah Hawthorne. Di ruang tamu utama itu, suasana terasa begitu formal meski tanpa banyak persiapan. Dante Alle Danadyaksa duduk dengan begitu tenang, memancarkan aura dominan yang tak terbantahkan sebagai pemimpin salah satu keluarga paling berpengaruh di ibu kota. Di sampingnya, Arcelia Shaqueline Danadyaksa duduk dengan keanggunan yang tenang, mendampingi suami dan putranya, Maxime Cavero Danadyaksa. ​Jeremiah Hawthorne berdehem, mencoba menyeimbangkan wibawa Dante yang begitu kuat di ruangannya sendiri. “Terima kasih sudah datang begitu cepat, Dante. Aku tidak menyangka kita akan bertemu dalam situasi seperti ini.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD