46. Kamu Terlalu Menggoda

1452 Words

Malam itu, sekitar pukul delapan malam, Nathaniel melangkah masuk ke dalam apartemen dengan wajah yang lelah. Harinya cukup sibuk dan menguras energi. Jasnya bahkan sudah tersampir di lengan, dan dasinya sudah dilonggarkan sejak dua jam lalu. Pikirannya masih terasa penat setelah seharian berkutat dengan pekerjaan yang seolah tak ada habisnya. Begitu pintu terbuka, Nathaniel tidak disambut oleh keheningan seperti biasanya. Melaikan aroma garlic butter dan rosemary tercium kuat dari arah dapur. Ia mengernyitkan dahi lalu melangkah menuju meja makan dan menemukan pemandangan yang tidak biasa. Di sana, tidak ada pelayan. Hanya ada Joceline—isterinya yang sedang menata piring dengan sangat hati-hati. Di tengah meja, ada dua lilin kecil yang menyala, memberikan suasana hangat yang jauh dari b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD