Deru mesin mobil Nathaniel membelah keheningan malam Jakarta dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Tangannya mencengkeram kemudi hingga buku-buku jarinya memutih, seolah ingin menghancurkan apa pun yang bisa ia sentuh. Yang lebig gila, ia tidak pulang ke apartemen mewahnya melaikan ke sebuah gedung apartemen lama yang menyimpan ribuan kenangan yang seharusnya sudah ia kubur dalam-dalam. Langkah Nathaniel terasa gontai saat ia keluar dari lift, lorong apartemen itu terasa berputar, namun ia tetap menyeret kakinya menuju satu unit tertentu. Tak jauh di depannya, ia melihat sosok perempuan yang baru saja berhenti di depan pintu, masih mengenakan setelan kerja berupa blus hitam berpundak balon dan rok putih dengan belahan tinggi yang memperlihatkan kaki jenjangnya. “Joceline!” panggil Na

